Selasa, 11 Juni 2013

KOMUNIKASI PUBLIK: Kenali Isuue Secara Menyeluruh

mengapa harus mengenali isuue?

setiap komunikasi yang sedang dilakukan pasti ada issue atau topik,
kalo misalnya dateng telat ato topik udah belangsung cukup panjang jangan asal nyeplos karena merasa tau, judul bisa menipu, tampilan visual bisa menipu...

"jangan baca cuma sebagian, nanti bisa salah tafsir dan salah asumsi. klo tau cuma sebagian, maka kesimpulan yang diasumsikan ya cuma sebagian, menilai juga cuma sebagian"

iya kalo yang dibaca pas bagian yang baik, asumsimu pasti membahagiakan, kalo baca pas bagian yang buruk.. nah lo... galau sendiri kan, dan silahkan tertawakan dirimu sendiri ketika tau kebenaranya setelah kamu baca keseluruhan.

kalo bagian ini di sangkut pautkan sama menilai kepribadian seseorang, baru ketemu sekali, trus pas ketemu lihat orang lagi pipis di pinggir jalan, kamu langsung bilang -- ih jorok.. ih gak tau malu... ih gak tau diri... tapi kamu gak perhatikan secara keseluruhan...
--faktanya... orang itu (dan kamu) lagi ada di jalan tol, jauh dari pemukiman, jauh dari rest area dan jauh dari SPBU (yg menyediakan toilet). sementara orang yg kamu lihat udah kebelet minta ampun, gak tahan, daripada ngompol dan bikin penyakit dia berenti dan pipis dipinggir jalan.

coba kalo kamu sendiri yang ada dalam posisi itu, perempuan lagi....

kalo dalam sebuah jajah pendapat, konyol rasanya kalo cuma baca topik sebagian, artikel panjang lebar, cuma baca heading sama sub headingnya aja, kalo jenius dan pas lagi beruntung responmu bener. lhah kalo lagi apes terus kamu gak ngerti masalah yg lagi di bahas, dengan sombong kamu asal jawab dan ngerasa benar, yang terjadi berikutnya adalah seperti "omong kosong singa"

ibarat orang pacaran, cuma liat status bbm, status FB dan twit pasangan, padahal orang nyetatus selalu ambigu, gak pake penjelasan macam esai bahasa indonesia, gak pake footnote ato NB, nah gak pernah tanya kejadian secara keseluruhan, udah mengambil kesimpulan dan berasumsi yang aneh2

contoh:
-- saya pernah ngetwit "Tuhan boleh nggak minta suami dokter"
maka yg bales twit saya
-- ngarep
--wani piro
--apa dokternya mau sama kamu
ato yg chat saya begini:
--dokter?? kamu aja males mandi mana ada dokter nyangkut
--dokternya liat kamu pasti gemeteran, gemeteran nahan diri pengen ambil sapu buat nimpuk kamu
dll
beberapa hari kemudian saya update status --"ngapelin dokter dulu"
responya
--serius nyari suami dokter??
--serius ganti tipe, udah gak suka yg macho bertato lagi?
--semoga dokternya gak mendadak demam ketemu kamu.

untung saya masih kenal yang namanya rasa sabar, cinta ma temen, kalo nggak udah pada tak sambit itu temen2 saya, gak ada satu orangpun yang tanya,
--ngapain ke dokter??
--kamu sakit apa??

faktanya:
- saya lagi sakit, karena kebanyakan mikir, merasa dikepung masalah, kebanyakan begadang, posisi tidur asal pose, yang pada akhirnya memicu stress dan pembengkakan pembuluh darah di kepala. jadi badmood sakit kepala sepanjang hari, jadi temperamental, gak bisa tidur dan harus pake obat penenang biar bisa rilex.

ada yang tau ??
cuma 2 orang yang nanya.. jadi cuma 2 orang yng tau. 3 mama saya. 4 Tuhan. 5 dokter yg ngerawat saya.

yang mereka tahu saya ngetwit minta suami, kedua saya ngapelin dokter pas weekend..
jadi mikirnya saya lagi pedekate sama dokter... -_-


Senin, 10 Juni 2013

KOMUNIKASI PUBLIK: Mengenali lawan bicara

Ini bisa jadi pengalaman lucu. Dulu sy sering banget minggat dari grup gara2 mikir ah orangnya gak asik. Ah banyak yg omonganya kasar dan gak sopan... Ah apaan obrolanya gak mutu. Ah apa ini... Ah apa itu...
Tapi sy sadar disitulah uniknya bergaul. Kita belajar mengenali siapa  lawan bicara kita. Harus berperan jadi apa kita dikelompok itu. Harus pakai ilmu preman apa ilmu artis.
Kita bisa dengan mudah bilang gak cocok sama ini. Gak cocok sama itu. Kenyataannya adalah kita sedang berkata *saya ini orang yg tidak pandai menyesuaikan diri*
Knapa kaya begitu... ??? Balik ke karakter... Orang macam apa kita ini.
Kalo dasarnya kita ini pemilih agak susah sih kayaknya untuk bisa membaur dalam waktu yg sesingkatnya.
Sy gak pengen ngomongin orang lain. Jadi ngomongin diri sendiri ajah. Bukan sombong ini loh ya... Cuman contoh ajah.
Saya bukan seorang pendiam. Saya cuman seorang yang enggan SKSD dengan orang baru.
Saya bisa ngobrol ceriwis sampe berjamjam dg orang yg sudah kenal cukup lama... Dg syarat sy nyaman dg lawan bicara sy. Atau tidak bicara sama sekali atau bicara seperlunya dg orang yg didekatnya sy ngeras gak nyaman walaupun kita duduk sebelahan.
Yang begini mungkin udah bawaan orok. Bisa berubah nggak? Tentu bisa.
Dengan latihan yg terus menerus untuk gak pilih pilih orang. Walaupun ini susah dan sudah mendarah daging. Kadang tidak ada salahnya melakukan hal hal diluar kebiasaan.
Atau kita tetep berpegang teguh pada pendirian. Dan membiarkan diri tenggelam dalam denial.
Lawan bicara ada kalanya bisa dipilih. Tapi kita juga harus siap dgn mahluk mahluk yg tidak di inginkan.
Klo anda tanya apakah saya sendiri sudah gak pilih2 lawan bicara. Belom sepenuhnya. Hehehe

KOMUNIKASI PUBLIK: MENGENALI KARAKTER (Bagian 2)

Bagian 2. 
Sadari meskipun terlihat sama, jika dikaji lebih dalam pasti banyak perpedaan.

Percayalah kita gak bisa memukul rata tentang perilaku seseorang baik ditentukan shio, zodiak, ramalan, fengshui dan teman temanya.

Kajian ini saya pikir adalah dengan menelaah perilaku dengan subjek orang2 pada titik tertentu, atau berdekatan untuk menemukan sebuah kesamaan, sehingga hukum ini berlaku rata-rata cenderung meleset dikit, ada bagian- bagian yang sama, tapi riset ini tidak menitik beratkan pada berbedaan, saya pikir, riset zodiak, shio dan semacamnya memang sengaja untuk mencari persamaan rata-rata... :p

Ibarat air, yang dia ambil dari mata air pegunungan berbeda dengan air yg diambil dari perkampungan penduduk lereng gunung, berbeda dengan air yang ada di sungai yang mengalir di sepanjang aliran industri, dan berbeda dengan sifat air yang ada di pantai.

Semuanya air tapi memiliki kandunga kimia yang berbeda. Begitu juga dengan karakter manusia, beda asal, beda lingkungan tinggal, berbeda pula pola pikirnya, bagaimana merespon sebuah keadaan, bagaimana menyikapi sebuah tradisi.

Mungkin perilaku seseorang bisa saja seperti yg disimpulkan ramalan zodiak dan shio, bahkan sifat itu bisa dikaji dari optional question, tapi dari mana dia berasal, tinggal dan tumbuh dilingkungan seperti apa, bagaimana pendidikanya, bagaimana kehidupan sosialnya, akan membentuk lapisan baru pada permukaanya...

Seperti permen kacang warna-warni, dalamnya sama kacang, tapi ukuranya ada yang kecil, besar atau sedang, rasanya mungkin ada yg agak manis, gurih atau bahkan pait. Dan ketika dibalut lapisan gula dan diberi pewarna, maka orang bisa melihat warna permukaanya, apa itu merah kuning, ungu atau biru, bahkan kita harus hati-hati antara biru dan toska, merah muda dan magenta.

Cukup menggelikan ketika pergaulan diawali dengan bertanya tentang zodiak, lalu menyimpulkan apakah kita cocok, sambil berkata, aku selalu cocok dengan zodiak ini... dan aku akan sering berantem dengan zodiak ini... zodiak ini pasti keras kepala, zodiak ini kebanyakan adalah tipe orang yg tidak setia dan tukang selingkuh...


Balik ke kacang warna warni, percayalah, meskipun lapisan luarnya sama-sama coklat, ketika kita makan satu persatu-satu.. ada yg kacangnya gurih enak, ada yg agak tengik dan ada yang agak pait...

KOMUNIKASI PUBLIK: MENGENALI KATAKTER (Bagian 1)

Bagian 1.
Sadari setiap pribadi punya karakter berbeda 


Sifat dasar manusi yang ditulis oleh pakar ilmu beginian –sy ngutil dari blognya orang nih

--Melankolis. si Sempurna 







introduction

Tadinya gak ada niatan sih buat bikin blog yg ini,
Awalnya emang cuman iseng ngoceh di twit aja. Tapi fenomena yang terjadi selanjutnya emang perlu dibikinkan blog, sehingga topik ini bisa disajikan secara detail, --saran seorang teman

awalnya saya keseringan kena mesyen sebuah postingan jajah pendapat di sosial media, awalnya sih antusias banget , tapi ketika banyak kepala yg nongol dengan pemikiran masing2, jajak pendapat damai bisa jadi medan pertempuran...
akhirnya saya seneng jadi pengamat dan nyimakin opini orang
dari yg bales2ab respon jadi temen sampe kebawa jadi musuh bebuyutan,
mengutarakan pendapat itu hak bebas, tapi kalo salah nyikapinya bisa jadi percekcokan tak berkesudahan
maka saya, ngomel sendiri di TL twit, anehnya ini menjadi ajang tanya jawab di bbm, 
geli juga, ternyata folower saya kritis bin kepo

dari pada sya harus jelasin bolak balik ke orang yang beda, salah seorang temen saya yang saya maki2 di chat langsung bilang, ini menarik... bikin aja blognya biar pembahasanya lebih detail... ayo mulai
lu bisa, lu kan jago ngibulin orang ---yg terakhir sumpah fitnah banget

Kenapa gak dibikin satu blog aja, knapa harus dibikin blog baru?

Iya, karena bahasanya kan beda, kalo dicampur gak seru, jadinya gado-gado, ntar yg baca jadi males milih topik kebanyakan acara hehe

Jadi apa judulnya...
Setelah saya pikir dan minta saran dari temen deket, dan perdebatan cukup panjang –padahal lebih banyak bahas hal gak pentingnya sih, dari My Own Mine, Kata Otak Gue, Cuman Logika dan antek anteknya maka dicetuskanyalah title untuk blog barunya, “opinions from other side”

Saya bukan pakar maupun ahli, makanya opini from other side, opini ini sifatnya berasal dari pengalaman pribadi, pengamatan issu perilaku dan problematika kehidupan sehari hari.

Opini mungkin tidak bisa dipukul rata ke semua orang... kenyataanya beda kepala beda pemikiran.

Lets enjoy our own story :)